Sambutan Sumpah Dokter, oleh Harry Mahathir Akip

Yang terhormat,

  • REKTOR UNPAD YANG DALAM HAL INI DIWAKILI OLEH ….
  • Dekan FK Unpad beserta jajarannya.
  • Anggota senat FK Unpad, para guru besar, staf pengajar, dan asisten
  • Direktur Utama BLU RSUP Dr. Hasan Sadikin beserta staf
  • Direktur Pusat Mata RS Mata Cicendo
  • Para pejabat pendidikan tinggi dan kesehatan di jawa barat
  • Para dosen, asisten, dan karyawan FK Unpad
  • Ketua POMA FK Unpad
  • Para orang tua dan keluarga
  • Rekan-rekan sejawat angkatan 2005 dan seluruh panitia sumpah dokter yang saya banggakan

Assalamualaikum W. W. Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.

Marilah Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karuniaNya sehingga kita bersama-sama berkumpul disini, di tempat yang amat mulia, di almamater yang kita junjung tinggi untuk melaksanakan sautu upacara penting yakni sumpah profesi dokter.

Untuk sampai kita berada disini, marilah kita sejenang layangkan fikiran kita pada beberapa tahun silam, ketika kita memasuki kampus ini sebagai anak SMA hingga kini kita layak menyandang profesi dokter. Profesi mulia yang mengandung sebuah pergulatan yang terus menerus harus dijalani  sepanjang hayat, baik dalam konteks untuk terus menerus belajar menambah ilmu — karena dunia kedokteran adalah rimba ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang menuntut ketekunan untuk belajar yang tiada akhir — maupun aspek lain seperti  pemerkayaan nilai-nilai, baik kemanusiaan maupun aspek sosial kultural lainnya yang keseluruhannya dimulai dari sini, di Kampus Universitas Padjadjaran yang kita cintai. Untuk itu pada kesempatan istimewa ini, perkenankan saya, atas nama teman-teman yang disumpah pada hari ini, untuk menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada:

Pertama, terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Rektor Universitas Pajajaran beserta seluruh unsur pimpinannnya yang telah memberi kesempatan seluas-luasnya bagi kami untuk belajar di kampus yang penuh dengan cakrawala pengetahuan. Tanpa kesempatan ini kami bukan siapa-siapa.

Selanjutnya, terima kasih, penghargaan, dan respek yang teramat dalam dari kami semua disampaikan kepada Bapak Ibu seluruh pimpinan di Fakultas Kedokteran sejak awal kami belajar di kampus ini hingga yang menjabat pada masa sekarang ini, beserta seluruh dosen yang kami cintai dan banggakan.  Dari mereka itulah, kita semua yang berada disini dididik, diciptakan, diajar, ditanamkan kecintaan dan tanggung jawab yang besar terhadap ilmu kedokteran dan profesi dokter. Mereka yang berada di hadapan kita ini, yang hadir disini maupun yang tidak hadir, bahkan para dosen yang telah pergi mendahului kita. Pada mereka itulah terima kasih dan rasa hormat yang setinggi-tingginya kami persembahkan.

Kami sangat bersyukur dan bangga karena Allah, Tuhan YME mengizinkan kami semua memperoleh kesempatan untuk belajar dan dididik di FK UNPAD ini. Satu hal yang paling kami banggakan dari FK UNPAD adalah usahanya yang terus menerus tiada henti menjadi  fakultas kedokteran yang sangat progresif di negeri ini, terus menerus menciptakan inovasi dalam dunia pendidikan kedokteran Indonesia. Menjadi pinonir dalam menciptakan gelombang reformasi pendidikan dokter yang lebih modern sekaligus humanis. Oleh karena itu kawan, semoga semangat terus berinovasi dan mengembangkan diri ini menjadi bagian tak terpisahkan dari diri kita. Mari kita tidak takut bermimpi setinggi-tingginya dan berusaha sekuat tenaga menggapai itu. Di kampus ini,  kita dididik untuk menjadi dokter yang bukan hanya senang ilmu pengetahuan tetapi berdedikasi dan berpihak kepada kemanusiaan. Di atas segala-galanya yang tampak “wah” bagi orang lain terhadap profesi dokter, sejatinya profesi dokter adalah profesi yang menuntut tanggung jawab yang tingggi dan kerendahan hati untuk mengabdi. Untuk itu kawan, mari kita tunjukkan pada masyarakat siapa kita, jati diri kita, dengan membawa nama baik almamater kita kepada masyarakat dimanapun berada, bekerja, berbakti, mengabdi, dan terlebih (kita harus bisa) menjadi lentera bagi orang banyak yang memebutuhkan darma bakti kita semua.

Terima kasih kami ucapkan kepada para guru kami, yang selalu memberi inspirasi, menunjukkan keteladanan nilai-nilai, menjadi cahaya dalam luasnya kebijaksanaan ilmu kedokteran. Mengajarkan pada kami indahnya mengabdi pada kemanusiaan, di kala memperkaya diri sendiri menjadi tren dalam masyarakat, merekalah yang menunjukkan tulusnya niat saat menolong sesama, di kala materialisme bukan lagi hal yang aneh dalam masyarakat yang seharusnya guyub. Sungguh, inspirasi ini mungkin hanya selintas dan sudah berjalan tanpa disadari dalam perjalanan guru-guru kami, tetapi tidak dalam hati kami, Dok. Mereka akan terpatri, dan menjadi pengingat dalam setiap langkah pengabdian kami nanti.

Terima kasih kami ucapkan kepada orang tua, dan orang-orang yang kami kasihi,  yang selama ini telah mendukung kami. Mendengarkan kami ketika  bersedih, menyemangati  katika melewati ujian-ujian yang sulit, memeluk  saat beban terasa begitu berat. Merekalah yang berdoa di malam-malam yang sunyi, ketika kita disini sedang terjaga mengerjakan tugas atau sedang mendapat giliran jaga malam, mereka yang menangis rindu dalam jauhnya jarak saat Idul Adha, Nyepi, Galungan, Dipavali, atau bahkan saat Idul Fitri atau Natal karena tidak bisa bersama anaknya akibat padatnya aktivitas di kampus. Doa mereka tidak pernah berhenti mengalir, membukakan jalan bagi kita semua. Sungguh dalam kesempatan kali ini, izinkan kami mengucap terima kasih kepada ayah, terima kasih untuk bunda yang amat kami kasihi. Semoga setiap pengorbanan selama ini tidak menjadi sia-sia, menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kami dalam memberi pengabdian terbesar bagi sesama.

Yang paling ingin saya sampaikan adalah  terima kasih dan rasa sayang  yang mendalam kepada  teman-teman seperjuangan di angkatan 2005 ini. Bravo kepada teman-teman semua. Juga terima kasih telah memberi kesempatan kepada saya berbicara disini untuk mewakili perasaan, kesan, dan visi kita semua. Bagi saya ini amanah yang tidak mudah.

Teman-teman, izinkan saya mengenang situasi 6 tahun yang lalu, ketika itu kita juga berada di ruangan yang sama, dalam usia yang jauh lebih muda, dengan berbagai macam latar belakang dan isi kepala tapi memiliki satu kesamaan cita2, menjadi seorang dokter. Itu adalah kali pertama kami memasuki rumah almamater UNPAD ini.

Saya ingat persis ketika itu, 3 orang pertama yang saya kenal dari angkatan ini, sayangnya hanya 2 orang  diantara ita pada saat itu yang dapat menyelesaikan studi di FK ini hingga tuntas. Jumlah kita yang berbeda dari awal hingga akhir perkuliahan ini, sudah cukup dapat menjadi indikator bahwa kuliah di fakultas kedokteran memang tidak mudah, menuntut kesiapan mental dan intelektual yang  tangguh, tidak gampang menyerah, dan persistence dari waktu ke  waktu untuk belajar. Untuk itu bagi kita semua yang telah lulus dan akan disumpah, mari kita panjatkan syukur yang mendalam kepada Allah Tuhan YME. Sungguh tiada daya dan upaya yang akan berhasil tanpa izin-Nya.

Selanjutnya, bagi teman-teman saya, rekan sejawat angkatan 2005. Halo? Bagaimana perasaanmu saat ini? Akhirnya ya? Saya ingin mengucapkan selamat kepada kita semua. Setelah melalui pendidikan yang panjang, akhirnya sampai juga kita pada titik ini.

Banyak kenangan tercipta dalam 6 tahun kebersamaan kita. Di awali saat ospek dulu, kita memilih ketua angkatan di antara rimbunnya pepohonan kiara payung. Kemudian kita berjuang membuat TO untuk mencari dana membuat open house uterus, yg saat itu rhesa menari ala boyband masa kini, melakukan PKM di desa cilayung, yang malam terakhirnya hujan lebat, mempunyai tim sepak bola juara yang berhasil mengalahkan semua tim di atas angkatan kita. Kemudian kita membuat olymphiart pertama kita dengan logo sapi lucu itu? Olymphiart yang tidak pernah kita menangkan juara umumnya, tetapi apa ada lagi yang bisa membuat masquerade sehebat kita? Saat-saat koass, saat kenangan beralih ke RSHS, atau lebih tepatnya mess koass?

Biarlah itu menjadi kenangan yang menjaga kebersamaan kita selamanya kawan. Setelah ini kita akan kembali ke daerah asal masing-masing, dan mungkin tidak akan berjumpa lagi dalam waktu yang lama. Maka biarlah mereka yang menjaga kolegialisme ini. Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari angkatan yang luar biasa ini. Kreatif dan penuh potensi.

Sebelum saya mengakhiri, ada satu pertanyaan yang terngiang di kepala saya akhir-akhir ini: 246 orang hari ini telah menjadi dokter, lalu apa selanjutnya?

Seorang dokter adalah sejatinya adalah seorang pendidik, begitu yang tertulis di kode etik kedokteran Indonesia pada pasal 8. Seorang guru juga pernah menyampaikan pada kita, bahwa suara seorang dokter jauh lebih didengar dibanding suara seorang camat (atau bahkan pejabat lainnya), dan saya yakin, teman-teman pasti sudah membuktikannya sendiri selama magang kemarin.

Lalu bayangkan 246 orang ini berpencar ke berbagai penjuru dunia dan menjadi suara yang begitu didengar oleh masyarakat. Potensi ini begitu besarnya untuk memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat dan sangat sayang jika kita lupakan. Maka saya mohon, jangan pernah sampaikan suara-suara perpecahan dalam setiap perkataan kita, karena itu bisa menjadi referensi bagi masyarakat. Sebaliknya, semoga kita dapat menyampaikan suara-suara persatuan menyejukkan di tengah hiruk pikuk kepemimpinan yang tidak baik untuk membangun peradaban yang lebih baik, baik itu di Indonesia, ataupun di Malaysia, atau bahkan dalam membangun hubungan bilateral yang lebih baik.

Maka setelah hari ini berakhir, kita akan menjalani hidup sebagai seorang dokter, yang setiap ucapan dan tindakannya terikat oleh sumpah, dan setiap teladannya menjadi contoh bagi masyarakat.

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, memberkati sumpah dan janji kita.

Terima kasih, Wassalam.

By harrymahathir

Mencari Identitas

Setiap membuka youtube, facebook, twitter, selalu saja menemukan orang-orang yang menjelekkan karya saudara sebangsanya sendiri. Memang sebenarnya bukan hanya di Indonesia, tapi saya perhatikan khususnya di Indonesia hal ini banyak terjadi. Dunia maya biasa menyebut mereka HATERS (Having Anger Towards Everyone Reaching Success) yang artinya SMOLS (Susah Melihat Orang Lain Sukses).

Banyak fenomena yang bisa diambil contoh, misal tentang “Lagu Melayu”, “SMASH”, “J-Rocks dan L’arc-En-Ciel”, “WALI, Hijaudaun, Kangen Band, ST 12″, “Dangdut”, “Inul Daratista”. Sampai-sampai oleh beberapa band yang merasa sudah terkenal dibuatkan lagu untuk mengolok-olok mereka.

SMASH, boyband Indonesia yang terinspirasi boyband Korea

Kalau diperhatikan, band-band atau artis yang membuat lagu tersebut juga tidak terkenal di luar negeri. Maksud saya, mereka tidak lebih baik dari yang mereka olok-olok. Skalanya cuma di tingkat nasional. Yang lebih menyedihkan adalah mereka yang belum menghasilkan karya apa-apa tapi terus berkomentar buruk di internet.

Kalau kita mau introspeksi, belum ada satu pun band Indonesia yang benar-benar Go International karena memang kita belum punya “IDENTITAS”. Orang bule punya “Rock, Jazz, Pop” yang dimodifikasi di beberapa negara lain menjadi “Brit-Pop, J-Rock, K-Pop”. Orang India punya tarian dan musik yang khas dan mendunia, Korea punya grup vokal yang perfeksionis dalam tiap gerakan dan penampilannya, Dunia Latin punya samba dan tango yang dipelajari hampir di seluruh sentra fitness. Lalu kenapa begitu banyak pemuda yang antipati dengan lagu melayu dan dangdut? Bukankah itu khas milik kita? Lalu bagaimana dengan band dan musik Indonesia saat ini? Hampir semuanya hanya mengekor pada tren musik luar negeri. Ada beberapa yang merasa tahu “Jazz” lalu mulai pongah dan mengolok musisi lain yang sedang mencoba berekspresi dalam aliran melayu ataupun boyband pop.

Bagi saya musik adalah ekspresi hati, dan berhubungan erat dengan fase hidup masing-masing musisinya. Kalau ada yang bisa mengekspresikannya dalam lagu melayu — atau tarian boyband, biarkanlah, tak perlu pongah, coba dengar dan perhatikan, karena guru saya pernah berpesan:

Semua yang disampaikan dari hati akan sampai pada hati yang lain

Hasilnya, pasti kita pernah merasa begitu cocok dengan sebuah lagu kan? Di saat itu mungkin ekspresi hati sang musisi sedang berada dalam keadaan yang sama dengan hati kita.

Abah Iwan, bermusik dengan hati.

Ekspresi hati yang bebaslah yang menghasilkan banyak artis hebat seperti Queen, Coldplay, Michael Jackson atau beberapa yang baru menanjak seperti Lady Gaga, 30 seconds to mars, Rihanna, Super Junior, L’arc-En-Ciel. Maka saat kau mendengar Rhoma Irama — atau Ridho Rhoma sang anak, SMASH, band-band melayu, cobalah untuk menghilangkan prasangka dan harga diri berlebihan. Coba dengarkan ekspresi mereka. Jika mereka bersungguh-sungguh berkarya maka kamu pasti dapat menikmatinya.

Luar biasa, coba lihat kesungguhannya.

Siapa tahu jika pemuda Indonesia “berani” mendukung ST 12 mereka akan menjadi band skala internasional dengan membawa suara khas bangsa kita?

Semua hal bisa menjadi baik jika dilakukan dengan sungguh-sungguh

Ayo kita dukung musisi Indonesia yang bersungguh-sungguh. Kalau mau mengkritik, kritiklah mereka yang tidak bersungguh-sungguh dalam bermusik dan hanya berniat numpang terkenal ataupun “aji mumpung”.

Mencari Identitas? Teladani WSATCC.

Bagi saya sendiri, White Shoes and The Couples Company adalah contoh band yang patut diteladani dalam mencari dan mengekspresikan identitasnya. Cheers :)

CD WSATCC dijual di Tower Records, Shinjuku, Tokyo. Buah ekspresi hati yang sungguh-sungguh.

 

Coba lihat ini: http://www.youtube.com/user/wsatcc :)

By harrymahathir

Doa Si Pungguk

Setelah lama kehilangan si bulan, pungguk ternyata belum menyerah.

Teman-temannya sudah banyak yang pergi, lebih banyak lagi yang mati — harapannya.

Ada lagi pungguk yang keluar negeri berharap bertemu teknologi yang bisa membawanya ke bulan.

Banyak yang berhasil, hanya sedikit yang mau kembali.

Terbuai dalam indahnya persinggahan, terlupa akan awalnya perjuangan.

Memanglah para patih yang salah, sayang sekali pungguk-pungguk pintar itu tak lagi disini.

Satu pungguk ini masih disini, tidak pintar, sedang belajar, ingin menggapai bulannya.

Bertahan dalam kekacauan, bermimpi dalam keputusasaan.

Berharap menginspirasi, semoga doa ini diijabahi.

Amin.

By harrymahathir