Setelah lama kehilangan si bulan, pungguk ternyata belum menyerah.
Teman-temannya sudah banyak yang pergi, lebih banyak lagi yang mati — harapannya.
Ada lagi pungguk yang keluar negeri berharap bertemu teknologi yang bisa membawanya ke bulan.
Banyak yang berhasil, hanya sedikit yang mau kembali.
Terbuai dalam indahnya persinggahan, terlupa akan awalnya perjuangan.
Memanglah para patih yang salah, sayang sekali pungguk-pungguk pintar itu tak lagi disini.
Satu pungguk ini masih disini, tidak pintar, sedang belajar, ingin menggapai bulannya.
Bertahan dalam kekacauan, bermimpi dalam keputusasaan.
Berharap menginspirasi, semoga doa ini diijabahi.
Amin.

Hiks..jadi malu karena menjadi pungguk yang terbuai pada kenikmatan di luar sana… ;(
really? kamu kan akan punya imam dan anak2 yg akan menjadi pejuang sob. like you always told me so..
subhanallah.. indah sekali puisimu..
SEPERJUANGAN UNTUK INDONESIA……..~~!!!!!!
TETAP MAJU SEMANGAT INDONESIA…..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!